Selamat Datang

Tentang Cijayanti Farm

Cijayanti Farm adalah Usaha peternak yang bergerak  dibidang budidaya (Farm) breeding dan penggemukan domba dan kambing Unggul. Yang baru di didirikan pada bulan januari  tahun 2011 dan di kaki Gunung Pancar desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Di Cijayanti Farm khusus mengembangkan breeding Domba dan kambing pedaging unggul , yaitu domba texel(dombos), Domba Pariyangan, kambing Boer , Kambing Saanen dan Kambing Peranakan Etawa. dan penggemukan domba jantan pariyangan, domba texel(dombos), kambing jantan jawa randu dan kambing jantan silangan jawarandu dengan boer.

saat ini kami telah memiliki 20 ekor Jantan domba texel dan 50 ekor domba betina texel. 3 ekor kambing boer jantan purebreed, 3 ekor jantan domba pariyangan , 50 ekor betina domba pariyangan,  3 ekor betina boer purebreed, 6 ekor jantan boer F3 dn F2 dan 150 ekor Induk Kambing Jawa Randu sebagai induk yang akan disilangkan dengan boer.

 Untuk  kambing perah kami baru memiliki 2 ekor jantan Saanen, 3 ekor kambing Sapera,60 ekor kambing betina bunting PE kaligesing dan 3 ekor jantan PE kepala Hitam.

Diharapkan Cijayanti Farm dapat berpartisipasi dalam rangka menyediakan bibit ternak kambing dan domba unggul bagi peternak di Indonesia

Leave a comment »

PAKAN TAMBAHAN (KONSENTRAT) UNTUK KAMBING DAN DOMBA

Ternak memerlukan nutrisi untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan, reproduksi, laktasi, gerak dan kerja. Oleh karena itu pemberian hedaknya memperhitungkan semua kebutuhan tersebut, atau dengan kata lain , pemnberian pakan disesuaikan dengan kebutuhan ternak.

    Penambahan konsentrat pada kambing dan domba bertujuan untuk meningkatkan nilai pakan dan menambah energi. Tingginya pemberian pakan berenergi menyebabkan peningkatan konsumsi dan daya cerna dari rumput atau hijauan kualitas rendah. Selain itu penemberian konsentrat tertentu dapat menghasilkan asam amino essensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Penambahan konsentrat tertentu dapat juga bertujuan agar zat makanan dapat langsung diserap di usus tanpa terfermentasi di rumen, mengingat fermentasi rumen membutuhkan energi lebih banyak.

    Berdasarkan kandungan gizinya, konsentrat dibagi dua golongan yaitu konsentrat sebagai sumber energi dan sebagai sumber protein. .
a. Konsentrat sebagai sumber protein apabila kandungan protein lebih dari 18%, Total Digestible Nutrision (TDN) 60%. Ada konsentrat yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Berasal dari hewan mengandung protein lebih dari 47%. Mineral Ca lebih dari 1% dan P lebih dari 1,5% serta kandungan serat kasar dibawah 2,5%. Contohnya : tepung ikan, tepung susu, tepung daging, tepung darah, tepung bulu dan tepung cacing. Berasal dari tumbuhan, kandungan proteinnya dibawah 47%, mineral Ca dibawah 1% dan P dibawah 1,5% serat kasar lebih dari 2,5%. Contohnya : tepung kedelai, tepung biji kapuk, tepung bunga matahari, bungkil wijen, bungkil kedelai, bungkil kelapa, bungkil kelapa sawit dll.
b. Konsentrat sebagai sumber energi apabila kandungan protein dibawah 18%, TDN 60% dan serat kasarnya lebih dari 10%. Contohnya : dedak, jagung, empok, polar dll.

     Konsentrat yang baik apabila terdiri dari bermacam macam bahan pakan supaya mendapatkan asam amino yang lengkap. Untuk pembuatan konsentrat harus diperhatikan bahan pakan yang digunakan sebagai penyusun ransum, baik dalam cara penyediaan maupun kandungan gizinya. Perlu diperhatikan pada pemberian jagung harus diimbangi dengan pemberian bahan yang berasal dari kedelai, pada pemberian bahan yang berasal dari kedelai sebaiknya dimasak terlebih dahulu,karena kedelai mengandung zat anti tripsin yang rusak bila kena panas. Konsentrat pada Kambing dan Domba diberikan sesuai dengan tipenya. Kambing dan Domba perah yang berproduksi tinggi yang kadar lemak yang diinginkan tinggi maka membutuhkan protein tertinggi. Sedangkan protein sangat sedikit dibutuhkan pada Kambing dan Domba yang sedang masa kering. Program perhitungan pakan pada Kambing dan Domba biasanya dihitung berdasarkan bahan kering.

Tabel kebutuhan Zat zat gizi Untuk Hidup pokok dan produksi Kambing dan Domba perah

BERAT BADAN

UNTUK HIDUP POKOK

KADAR LEMAK SUSU

UNTUK PRODUKSI 1 KG SUSU

PROTEIN (Gr)

ME

(M. Kal)

TDN (Kg)

LEMAK SUSU (%)

PROTEIN (Gr)

ME

(M.Kal)

TDN (Kg)

30

74

1,95

543

2,5

59

1,47

333

40

93

2,42

672

3,0

64

1,49

337

50

110

2,86

795

3,0

64

1,49

337

60

126

3,28

912

3,0

64

1,49

337

70

141

3,68

1023

3,0

64

1,49

337

80

156

4,06

1131

3,5

68

1,51

342

Suber Sory Basya Siregar 1991

Perhitungan Kebutuhan protein dan energi berdasarkan Berat badan Kambing dan Domba dan produksi susu serta kandungan lemak susu berdasarkan tabel:

Misalnya Berat badan Kambing dan Domba 30 Kg,produksi susu 1 liter dengan kandungan lemak 3% maka:

    Kebutuhan protein : 74 + (1X59) =133 gram

    Kebutuhan ME : 1,95 + (1X1,47) =3,44 M Kal

    Kebutuhan TDN : 543 + (1 X 333) =876 Kg

    Pembuatan ransum Kambing dan Domba perah untuk memenuhi kebutuhan protein berdasarkan metode bujur sangkar latin.

Contoh : Kambing dan Domba dengan berat badan 30 Kg berproduksi 1l/hari dengan kadar lemak 3%. Kambing dan Domba diberi pakan hijauan rumput 2 Kg dan gamal 1 Kg, konsentrat kandungan protein 16% yang terdiri bungkil kelapa dan dedak. Kandungan protein rumput 9,6% dengan BK 21% sedangkan gamal dengan kandungan protein 25,2% dan BK 13,1%. Dedak mengandung protein 13% dengan BK 85,7%, bungkil kelapa mengandung protein 21,2% dan BK 87,9%. Berapa bungkil kelapa dan dedak yang harus diberikan ?

Perhitungan :

Berdasarkan tabel maka kebutuhan protein untuk Kambing dan Domba tersbt =74+(1×59) = 131 gram.

Protein dari rumput            = 2×21/100×9,6/100×1 kg = 0,04032 Kg.

 Gamal                       = 1×13,1/100×25,2/100×1 kg = 0,03301 Kg

Jumlah protein                                     = 0,0403 kg + 0,0330kg = 0,07330 Kg 73,30 Gr

Kekurangan Protein        131 gr -   73,30 gr = 30,70 gr

Dedak                      4,8 X85,7/100X13,8/100X1kg   = 0,56767 kg=567,67 gr =58,07%

Bungkil Kelapa       2,2 X87,9/100X21,2/100X1kg = 0,40996 kg=409,96 gr=41,93%

jumlah              = 977,64 gr

Kesimpulan: Kekeurangan protein sejumlah 30,70 gr diambil dari konsentrat
dengan protein 16 % yang terdiri dari;

Dedak                        = 58,07% X 30,70 gr = 17,82 gr protein

Bungkil kelapa          = 41,93% X 30,70 gr  =12.88 gr protein

Berat bahan sebagai berikut;

Dedak                        =  100:85,7 X 567,67 gr =  662,39 gr

Bungkil Kelapa         =   100: 87,9 X 409,96 gr=  446,39 gr

 

KAMBING DAN DOMBA POTONG

Tabel kebutuhan Zat zat gizi Untuk Hidup pokok dan produksi Kambing dan Domba perah

Sumnber Sory Basya Siregar 1994
Contoh Kambing dan Domba dengan berat badan 20 Kg ingin dinaikkan berat badannya 150 g/hari.

Langkah pertama lihat tabel kebutuhan, ternyata Kambing dan Domba tersebut membutuhkan : BK 1 Kg ( 5%); Total protein 75 g. TDN 456 g, ME 6,9 Mcal, Calsium 0,029 kg; Fosfor 0,019 kg

Langkah kedua menentukan berapa rumput yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Bahan Kering, dengan cara menghitung. Pada ransum ini digunakan 70% BK mengunakan rumput lapangan. Jadi BK rumput yang digunakan 70/100×1.000 = 700 g. Kekurangannya 300 g. Digunakan konsentrat yang dicampur dedak dengan tepung jagung dengan Proten 12 %
. Kandungan nutrisi;

Rumput Lapangan BK 21 %, PK 6,7,TDN 55%, Dedak BK 87,5%, PK 13,8 TDN 50 % dan Tepung Jagung BK 89,1% PK 10,8 % TDN 90%

Jumlah yang PK dapat disediakan Oleh Rumput = 6,7/100X 700 g = 46,9 g .

Kekurangan PK = 75 – 46,9 = 28,1 g = 28,1/300 X 100%= 9,37 % akan di sediakan oleh Tepung jagung dan Dedak

 

Dedak                1,43/5,86X 100%  = 24,4 %

Tepung jagung   4,43/5,86X 100% = 75,6 %

Bahan yanng diperlukan untuk meramu Pakan Kambing
tersebuta adalah sebagai berikut:

Rumput  Lapangan    = 700 g(BK)

= 100/21 X 700 g = 3333,33 g (BB)

Dedak                       = 24,4/100 X 300 g = 73,2 g (BK)

= 100/87,5 X 73,2 g = 83,6 g(BB)

Tepung Jagung        = 75,6/100 X 300 g = 226,8 g (BK)

= 100//89,1X226,8 g = 254,5 g (BB)

Dihitung Kembali Protein Kasarnya :

PK Rumput Lapangan = 6,7/100 X 700 g = 46,9 g

PK Dedak                     = 13,8/100 X 73,2 g = 7,9 g

PK Tepung Jagung = 10,8/100 X 226,8 g = 21,29 g

                                                                               76,08 g

Dihitung TDNnya

TDN  Rumput  Lapangan   = 55/100 X 700 g        =  330      g

TDN Dedak                          =  50/100 X 73,2 g     =       36,6 g

TDN Tepung Jagung         =  90/100 X 226,8 g    =   204,12 g

570,72 g

( 570,72/1000 X 100 %    = 93,6 5)

Protein dan TDN nya agak  tinggi namun tidak masalah

Kesimpulannya Berat Bahan Ransumnya sebagai
berikut ;

  1. Rumput        =       3,3 kg
  2. Dedak              =  0,083 kg
  3. Tepung Jagung = 0,254 kg

Dalam menyusun Konsentrat untuk kambing atau domba tentu perlu dipertimbangkan beberapa macam bahan baku konsentrat dengan memperhatikan nilai harga yang semurah-murahnya, namun kandungan nutrisinya yang memadai.

Tabel 1. Kandungan Nutrisi

Bahan Pakan dari Limbah Industri Pertanian

No.     Jenis bahan         BK(%)    PK(%)    LK(%)    SK(%)     TDN(%)

1         Ampas tahu          10,8          25,6        5,3            14,5          76,0

2        Ampas kecap         85,4         36,2      17,2             17,8         89,5

3        Ampas bir             31,2         26,4      10,2              7,0         78,7

4        Ampas brem          81,6            3,1        2,1               2,1         55,8

5       Ampas gula cair    34,3            5,1       6,2              8,0           54,9

6       Bungkil kopra        90.5          27.6      11.2              6.8         75.3

7       Ampas bir               31,2          26,4    10,2               7,0         78,7

8    Bungkil kelapa         87,9          21,2       11,9           10,7        67,4

9     Bungkil kcg tanah    80,6          39,7   17,2                0,9         81,0

10   Bungkil klp sawit     88,6          16,5   11,9               10,7         67,4

11    Bungkil kedelai       89,4          52,1      1,0              25,5        40,3

12  Dedak padi                87,5            9,9      2,3             18,5        55,5  

13     Kedelai BS             85,4          38,3     4,8               17,8        69,9

14    Onggok kering        88,7             1,2     0,7                 8,3        85,0

15    Tumpi kedelai         91,4           21,1      3,0             23,2       69,4

16    Tumpi jagung          87.4            8.6     0,5                21.3       48,5 

17    Tepung gaplek         87,0           2,4     0,7                8,9        73,5

18     Polard                     88,4          16,4     4,0               5,8        74,8  

19     Molasses                30,2             8,3      – -                              63,0   

Tabel 2. Bahan Pakan dari Pertanian

Nama Bahan                        Protein %               TDN %

Klobot Jagung                         5,1                           49,5

Jerami Padi                              4,9                           45,0

Jerami Kedele                        11,9                           42,7

Jerami Kulit kedelai                 8,0                           58,9

Jerami Kacang Tanah            12,9                           62,3

Jerami Kacang Panjang         12,9                           62,3

Jerami Kacang Hijau             23,2                           58,1

Kulit coklat                           15,0                            55,5

Kulit Kacang tanah                 5,8                           31,7

Kulit Klenteng                      13,1                            52,3

Tongkol Jagung                      5,6                           53,0

Pucuk Tebu                             5,6                           55,3

Daun Ketela Pohon               16,5                           37,4

Batang Ketela pohon              5,9                           48,1

Bhengok                        14,2                     49,4

Rumput lapang                       6,7                             55

Rumput Gajah                      10,0                            67,7

Setaria                                   18,8                           58,0

Contoh Formula Pakan Kambigatau Domba;

  1. Pertumbuhan atau pembesaran         2. Penggemukan

    Dedak Padi = 50 %                             Dedak Padi = 42 %

    Bungkil Kelapa = 25 %                       Bungkil Kelapa = 15 %

    Tepung Jagung = 15 %                        Tepung Jagung = 21 %

    Bungkil Kacang Tanah = 8 %             Onggok = 20 %

    Garam Dapur = 1 %                             Garam Dapur = 1 %

    Tepung Tulang = 0,5 %                      Tepung Tulang = 0,5 %

                  Kapur = 0,5%                                           Kapur = 0,5%

  2.           Jumlah  = 100 %                                    Jumlah = 100 %

Bahan Kering = 85,5 %                        Bahan Kering = 86,4 %

Protein Kasar = 17,2 %                       Protein Kasar = 11,7 %

TDN                = 71,6 %                          TDN               = 74,8 %


Leave a comment »

Paket Qurban Hemat Idhul Adha 1432 H

Assalammu’alaikum.wr. wb.

Alhamdulillah, tahun ini Cijayanti Farm kembali menawarkan Paket Qurban Hemat Idul Adha 1432 H. Dengan konsep semakin awal pemesanan maka harga qurban akan semakin murah. Berikut daftar harga domba qurban Idul Adha 1432 H:

PAKET A.

Tipe

* Berat

Sept 2011

Okt 2011

Nov 2011

Standar

24 – 29 kg

Rp 1.050.000

Rp 1.100.000

Rp 1.200.000

Super

30 – 33 kg

Rp 1.200.000

Rp 1.300.000

Rp 1.400.000

Istimewa

34 – 37 kg

Rp 1.350.000

Rp 1.450.000

Rp 1.550.000

Super Istimewa

38 – 40 kg

Rp 1.550.000

Rp 1.700.000

Rp 1.850.000

*Berat merupakan berat saat Idul Adha & Gratis biaya pemeliharaan sampai Idul Adha

PAKET B

Pembelian di Bulan

Berat

Harga perkg

Berat Idul Adha

September 2011

25 – 30 kg

Rp 39.000

31 – 36 kg

Oktober 2011

30 – 40 kg

Rp 45.000

36 – 46 kg

 

*Biaya pemeliharan dan pakan Rp 3.100/ekor perhari

Kelebihan yang kami berikan :

  1. Gratis ongkos kirim* (syarat & ketentuan berlaku)
  2. Pengiriman mulai dari H-5 sesuai deengan wilayah
  3. Pemesanan lewat online, telepon atau pilih langsung ke peternakan kami
  4. Pembayaran bisa via Transfer Bank
  5. Siap menyalurkan hewan kurban Anda (disertai bukti dokumentasi)
  6. Kami menawarkan sistem Agen (5%) dan Komisi (3%)

WILAYAH PENGIRIMAN

WILAYAH I

  • Pengiriman H-1
  • WILAYAH pengiriman meliputi wilayah : Depok, Ciputat, Pamulang, Jagakarsa, Kp. Rambutan, Pancoran Mas, Ciracas, Ps. Rebo, Limo, Cibubur, Gunung Sindur, Sawangan, Bogor, Citeureup, Cimanggis, Parung, Bojong Gede, Cibinong, Cipayung (jakarta), Jatisampurna, Gunung Putri, Cileungsi,

WILAYAH II

  • Pengiriman H-2 & H-3
  • WILAYAH pengiriman meliputi wilayah : Kapuk, Tangerang, Batu Ceper, Kalideres, Ciledug, Pondok Aren, Serpong, Cengkareng, Kembangan, Grogol, Kebon Jeruk, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Cilandak, Mampang Prapatan, Ps. Minggu, Condet, Cililitan, Glodok, Sawah Besar, Kemayoran, Sunter, Tanah Abang, Senen, Menteng, Cempaka Putih, Manggarai, Jatinegara, Tebet, Cawang, Kelapa Gading, Pulogadung, Rawamangun, Klender, Duren Sawit, Pondok Kelapa, Halim PK, Jatiwaringin, Pondok Gede, Jatiasih,

      
     


WILAYAH III

  • Pengiriman H-4 & H-5
  • WILAYAH pengiriman meliputi wilayah : Karawaci, Curug, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Cakung

*
Gratis ongkos kirim hanya untuk pemesanan sebelum 31 Oktober 2011, setelahnya ternak diambil sendiri

   

Leave a comment »

Zakat Ternak dan Usaha Peternakan

Zakat Hewan Ternak/Usaha Peternakan

Zakat Hasil Ternak (salah satu jenis Zakat Maal) meliputi hasil dari peternakan hewan baik besar (sapi,unta) sedang (kambing,domba) dan kecil (unggas, dll). Perhitungan zakat untuk masing-masing tipe hewan ternak, baik nisab maupun kadarnya berbeda-beda dan sifatnya bertingkat. Sedangkan haulnya yakni satu tahun untuk tiap hewan.
Kambing dan Domba
Kambing dan domba baru wajib dizakatkan apabila pemilik memiliki sedikitnya 40 ekor kambing. Di bawah jumlah ini tidak wajib dizakatkan.
Jumlah Kambing Besar Zakat
40-120      1 ekor kambing (2th) atau domba (1th)
121-200    2 ekor kambing/domba
201-399   3 ekor kambing/domba
400-499  4 ekor kambing/domba
500-599  5 ekor kambing/domba

Selanjutnya, setiap jumlah itu bertambah 100 ekor maka zakatnya bertambah 1 ekor
Sapi dan Kerbau
Sapi dan kerbau baru wajib dizakatkan apabila pemilik memiliki sedikitnya 30 ekor sapi. Di bawah jumlah ini tidak wajib dizakatkan.
Jumlah Sapi Besar Zakat
30-39      1 ekor sapi jantan/betina tabi’
40-59      1 ekor sapi jantan/betina musinnah’
60-69      2 ekor sapi jantan/betina tabi’
70-79       1 ekor sapi musinnah dan 1 ekor tabi’
80-89      2 ekor sapi musinnah
90-99      3 ekor tabi’ (sapi berumur satu tahun atau memasuki tahun kedua)
100-109  2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah (sapi berumur satu tahun atau memasuki tahun ketiga)
110-119    2 ekor musinnah dan 1 ekor tabi’
120-         3 ekor musinnah atau 4 ekor tabi’

Selanjutnya setiap jumlah itu bertambah 30 ekor, zakatnya bertambah 1 ekor tabi’. Dan jika setiap jumlah itu bertambah 40 ekor, zakatnya bertambah 1 ekor musinnah. keterangan :
tabi’ : sapi berumur 1 tahun (masuk tahun ke-2)
musinnah : sapi berumur 2 tahun (masuk tahun ke-3)
Unta
Nisab unta adalah 5 ekor, di bawah jumlah itu peternak tidak wajib mengeluarkan Zakat atas ternak tersebut.
Jumlah Unta Besar Zakat
5-9             1 ekor kambing
10-14         2 ekor kambing
15-19         3 ekor kambing
20-24        4 ekor kambing
25-35         1 ekor bintu makhad betina (unta genap 1 tahun sampai 2 tahun)
36-45         1 ekor bintu labun (genap 2 tahun masuk 3 tahun)
46-60         1 ekor hiqqoh (genap 3 tahun masuk 4 tahun)
61-75          1 ekor jadz’ah (genap 4 tahun masuk 5 tahun)
76-90         2 ekor bintu labun
91-120        2 ekor hiqqoh
121-129      3 ekor bint labun
130-139     1 ekor hiqqah dan 1 ekor bint labun
140-149     2 ekor hiqqah dan 1 ekor bint labun
150-159     3 ekor hiqqah
160-169     4 ekor bint labun
170-179      3 ekor bint labun dan 2 ekor hiqqah
180-189     2 ekor bint labun dan 2 ekor hiqqah
190-199     4 ekor hiqqah
200-209    4 ekor bint labun dan 1 ekor hiqqah
210-219     3 ekor bint labun dan 2 ekor hiqqah
220-229    2 ekor bint labun dan 3 ekor hiqqah
230-239    1 ekor bint labun dan 4 ekor hiqqah
240-249    Dan seterusnya mengikuti kelipatan di atas

Ayam/Unggas/Ikan

Nishab pada ternak unggas dan perikanan tidak diterapkan berdasarkan jumlah (ekor), sebagaimana halnya unta, sapi, dan kambing. Tapi dihitung berdasarkan skala usaha. Nishab ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 20 Dinar (1 Dinar = 4,25 gram emas murni) atau sama dengan 85 gram emas. Artinya bila seorang beternak unggas atau perikanan, dan pada akhir tahun (tutup buku) ia memiliki kekayaan yang berupa modal kerja dan keuntungan lebih besar atau setara dengan 85 gram emas murni, maka ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5 %.
Contoh : harga emas 1 gram = 100.000 nisab = 85 gram X 100.000 = 8.500.000
Seorang peternak ayam broiler memelihara 1000 ekor ayam perminggu, pada akhir tahun (tutup buku) terdapat laporan keuangan sbb:
1. Ayam broiler 5600 ekor seharga Rp 15.000.000
2. Uang Kas/Bank setelah pajak Rp 10.000.000
3. Stok pakan dan obat-obatan Rp 2.000.000
4. Piutang (dapat tertagih) Rp 4.000.000
Jumlah Rp 31.000.000
5. Utang yang jatuh tempo Rp 5.000.000
Saldo Rp 26.000.000
karena saldo lebih besar dari nisab (26.000.000 > 8.500.000) maka peternak tsb wajib membayar zakat Besar Zakat = 2,5 % x Rp. 26.000.000,- = Rp 650.000

(Dari berbagai sumber)
Diposkan oleh Agri Ternak™

Leave a comment »

Islam dan Peternakan

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu terdapat pelajaran yang penting bagi kamu. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada di dalam perutnya,dan (juga) pada binatang itu terdapat manfaat yang banyak untuk kamu, dan sebagian dari padanya kamu makan”. (QS. Al Mukminun: 21)
Mahasuci Allah yang telah menciptakan beraneka macam hewan ternak dan beragam produk ternak yang sangat bermanfaat bagi manusia. Jika kita perhatikan makna yang tersirat dalam kutipan surat Al Mukminuun ayat 21 dapat dilihat betapa pentingnya peran hewan ternak dalam kehidupan manusia. Betapa tidak, produk utama ternak (susu, daging, telur dan madu) merupakan bahan pangan hewani yang memiliki gizi tinggi dan dibutuhkan manusia untuk hidup sehat, cerdas, kreatif dan produktif. Selain itu, ternak merupakan sumber pendapatan, sebagai tabungan hidup, tenaga kerja pengolah lahan, alat transportasi, penghasil biogas, pupuk organik dan sebagai hewan kesayangan.
Oleh karena itu, tak heran bila Profesor I.K. Han, Guru Besar Ilmu Produksi Ternak Universitas Nasional Seoul (1999) menyebutkan pentingnya peran ternak dalam peningkatan kualitas hidup manusia. Selain itu, ternak juga bermanfaat dalam ritual keagamaan, seperti dalam pelaksanaan ibadah qurban, menunaikan zakat (zakat binatang ternak) dan sebagai dam pada saat melakukan ibadah haji.
Islam dan Ilmu Peternakan
Ilmu peternakan merupakan ilmu terapan yang disebut secara eksplisit di dalam Al Quran. Bahkan beberapa nama hewan ternak dijadikan sebagai nama surat di dalam Al Quran, misalnya sapi betina (Al Baqarah), hewan ternak (Al An’am), dan ternak lebah (An Nahl). Banyak ayat Al Quran yang secara eksplisit menyebut nama-nama hewan ternak, misalnya ternak sapi (QS. 2: 67-71, 73; QS Yusuf: 43), unta (QS. Al An’am:144; Al Hajj: 27, 37; QS. Al Ghasiyah:17), domba (QS. Al An’am:143, 146; QS. An Nahl: 80), kambing (QS. Al An’am: 143, An Nahl: 78, Shad: 23-24), unggas (QS. 2: 260; 3: 49; 5: 110; 6: 38; 16: 79; 23: 41; 27: 16; 67: 19), kuda (QS. 3: 14; 8: 60; 16: 8; 38: 31; 100: 1) dan lebah (QS. 16: 68-69). Bahkan ternak telah lama akrab dalam kehidupan kaum Muslimin, baik dalam pelaksanaan ibadah (zakat, kurban) maupun manfaatnya yang multi guna dalam kehidupan.
Hewan ternak merupakan sumber pelajaran yang penting di alam karena terdapat banyak hikmah dalam penciptaannya. Lihatlah bagaimana Allah memberikan kemampuan pada ternak ruminansia (sapi, kambing, domba dan kerbau) yang mampu mengubah rumput (hijauan) menjadi daging dan susu. Atau kemampuan yang dimiliki lebah madu dalam mengubah cairan nektar tanaman menjadi madu yang bermanfaat dan berkhasiat obat bagi manusia (QS. An Nahl [16]: 68-69). Sedemikian besarnya peran usaha peternakan dalam kehidupan, maka sudah pada tempatnya sub sektor ini mendapat perhatian kaum Muslimin, termasuk melakukan penelitian dan pengembangan produk peternakan yang bersumber pada Al Quran dan Al Hadis.
Peternak, Bukanlah Profesi Hina!
“Semua Nabi pernah menggembala kambing”, kata Rasulullah saw. dalam suatu perbincangan dengan para Sahabat. Seorang Sahabat bertanya, “Engkau sendiri bagaimana, ya Rasul?”. “Aku pernah menggembala kambing,” jawab Nabi. Dialog singkat tersebut mengisyaratkan bahwa menjadi peternak (penggembala ternak) adalah profesi yang pernah dilakukan para nabi. Bahkan, banyak penulis sirrah nabawi menjelaskan bahwa ketika berusia muda, Nabi Muhammad saw. adalah seorang penggembala kambing yang terampil. Beberapa riwayat menjelaskan, Nabi yang mulia itu sering memerah susu ternak domba piaraannya untuk konsumsi keluarga beliau.
Profesi sebagai peternak sapi juga pernah dilakukan Nabi Musa alaihissalam selama delapan tahun, sebagai mahar atas pernikahannya dengan anak perempuan Nabi Syuaib alaihissalam. Sebelumnya, Habil, putra nabi Adam alaihissalam juga mengurbankan kambing unggul miliknya. Kurban Habil pun diterima Allah swt.
Manfaat Protein Hewani
Di samping pangan nabati, manusia juga memerlukan pangan hewani (daging, susu dan telur) sebagai sumber protein untuk kecerdasan, menjaga stamina, mempercepat regenerasi sel dan menjaga sel darah merah agar tidak mudah pecah. Hingga kini konsumsi protein hewani penduduk Indonesia sangat rendah. Pada tahun 2000, konsumsi daging unggas penduduk Indonesia hanya 3,5 kg/kapita/tahun, sedangkan Malaysia (36,7 kg), Thailand (13,5 kg), Fhilipina (7,6 kg), Vietnam (4,6 kg) dan Myanmar (4,2 kg) (Poultry International, 2003).
Konsumsi telur di Indonesia juga rendah, hanya 2,7 kg/kapita/tahun, sedangkan Malaysia 14,4 kg, Thailand 9,9 kg dan Filipina 6,2 kg.Begitupun konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 7 kg/kapita/tahun, sedangkan Malaysia mencapai 20 kg/kapita/tahun. Konsumsi madu masyarakat Indonesia hanya 15 gram/kapita/tahun, sedangkan masyarakat di negara maju (Jepang, Perancis, Inggris dan AS) konsumsi madunnya telah mencapai 1600 gram/kapita/tahun.
Konsumsi daging, telur dan susu yang rendah menyebabkan target konsumsi protein hewani adalah 6 gram/kapita/hari belum tercapai. Padahal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, rata-rata konsumsi protein hewani yang ideal 26 gram/kapita/hari. Analisis paling akhir oleh Prof. I.K Han, guru besar Ilmu Produksi Ternak Universitas Nasional Seoul, Korea Selatan (1999) menyatakan adanya kaitan positif antara tingkat konsumsi protein hewani dengan umur harapan hidup (UHH) dan pendapatan perkapita. Semakin tinggi konsumsi protein hewani penduduk, makin tinggi UHH dan pendapatan domestik brutto (PDB) negara tersebut.
Negara Korea, Brazil, Cina, Fhilipina dan Afrika Selatan memiliki konsumsi protein hewani 20-40 gram/kapita/hari, UHH penduduknya berkisar 65-75 tahun. AS, Prancis, Jepang, Kanada dan Inggris konsumsi protein hewani masyarakatnya 50-80 gram/kapita/hari, UHH penduduknya 75-85 tahun. Negara-negara yang konsumsi protein hewani di bawah 10 gram/kapita/hari seperti Banglades, India dan Indonesia, UHH penduduknya berkisar 55-65 tahun.
Rendahnya konsumsi protein hewani berdampak pada tingkat kecerdasan dan kualitas hidup penduduk Indonesia. Asupan kalori-protein yang rendah pada anak balita berpotensi menyebabkan terganggunya pertumbuhan, meningkatnya risiko sakit, memengaruhi perkembangan mental, menurunkan performa mereka di sekolah dan menurunkan produktivitas tenaga kerja setelah dewasa.
Catatan Akhir
Negara Indonesia adalah negeri tropis yang sangat potensial dalam pengembangan sektor peternakan. Karena itu adalah pada tempatnya sub sektor peternakan mendapat perhatian kaum Muslimin di negeri ini. Mengingat pentingnya protein hewani bagi segala lapisan usia, maka konsumsi produk ternak semestinya dipacu menuju tingkat konsumsi ideal. Protein hewani memiliki komposisi asam amino yang lengkap dan dibutuhkan tubuh. Karena itu, konsumsi protein hewani harus dipacu untuk mewujudkan SDM yang cerdas, kreatif, produktif dan sehat.
Untuk mengakhiri bahasan ini, mari kita renungkan sebuah pepatah Arab yang berbunyi: “Negeri yang kaya ternak, tidak pemah miskin, negeri yang miskin ternak, tidak pemah kaya” (Campbell dan Lasley, 1985). Ayo majukan sektor peternakan.
(Sumber : Tulisan Dr. Rusfidra, S.Pt-Juli 2010/ http://www.faterna.unand.ac.id)

Leave a comment »

Dijuan Kambing Saanen Jantan

Jantam Saanen Purebreed Berat 87 Kg

Hubungi: 087888034488

basriysf@gmail.com

Leave a comment »

Dijual Kambing Boer Jantan

Jantan Boer F1 Berat Badan 118 Kg

 

 

serius hubungi: 0878 8803 4488

basriysf@gmail.com

Leave a comment »

Dijual Bakalan dan Induk Domba Texel

Cijayanti Farm membuka kesempatan bagi peternak yang berminat mengembangkan Domba Unggul Texel, dengan menyediakan ; Bakalan betina, bakalan jantan, Induk texel siap kawin dengan harga yang terjangkau

Induk Texel

Induk Domba Texel berusia 18 bulan dengan Berat Badan 70 Kg

Jantan Texel usia 26 bulan Dengan Berat Badan 89 Kg

Betina Texel Siap Kawin Berat 60 Kg – 70 Kg

Jantan Grade A usia 12 bulan Berat Badan 70 Kg


Bakalan Domba Texel dalam Kandang Cijayanti Farm

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.